• Tsaqafah

    Ummat[an] Wasath[an] Bukan Dalil Moderasi Islam

    Pemerintah melalui berbagai kementeriannya, termasuk Kementerian Agama, tengah mengkampanyekan moderasi beragama dan kontra-narasi radikalisme. Salah satu bentuk kampanye itu adalah dengan membangun pusat kajian beragama di berbagai kampus. Pemerintah mendefinisikan radikalisme sebagai upaya yang dilakukan individu atau kelompok melalui perubahan radikal hingga ke akar dengan cara kekerasan. Masih menurut pandangan Kementerian Agama, kelompok itu ingin mengubah landasan Pancasila dengan Khilafah. Oleh karena itu, Pemerintah melakukan upaya deradikalisasi yang dilakukan secara sistematis, massif, terstruktur dan terukur. Namun, gagasan ini secara faktual lebih diarahkan pada Islam dan umatnya. Umat Islam dan ajarannya jadi target utama program moderasi beragama ini. Lalu dibuatlah argumen-argumen bahwa moderasi itu selaras dengan Islam. Tulisan ini bermaksud mengkritisi…

  • Uncategorized

    KITA MEMERLUKAN IJTIHAD ULAMA DAN PENGAMALAN FIKIH, BUKAN FIKIH ALTERNATIF

    Ramai di pemberitaan bahwa menurut Menag RI, dunia membutuhkan fikih alternatif. Setelah saya mencermati maksud dari fikih alternatif bukanlah ijtihad pada perkara-perkara baru, melainkan menyesuaikan fikih Islam agar adaptif dengan perkembangan zaman. Menag Yaqut menyebut ada empat alasan yang mendasari pentingnya rekontekstualisasi ortodoksi Islam. Keempat alasan yang disampaikan tidak lebih dari sebuah ketundukan pada realitas, usaha menjunjung tinggi nilai yang dianggap nilai universal, menampilkan wajah baru Islam. Sebenarnya dunia tidak membutuhkan apa yang disebut dengan rekontekstualisasi ortodoksi Islam. Dunia justru membutuhkan ijtihad para ulama pada masalah baru yang muncul dan pengamalan produk ijtihad tersebut (fikih) secara sempurna. Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani rahimahullahu ta’ala dalam Syariatullah al-Khalidah…

  • Tsaqafah

    BERISLAM TAPI MENOLAK MENJALANKAN SYARIAH ISLAM ADALAH JALAN MENUJU KEBINASAAN

      Baru-baru ini, seorang buzzer membuat publik terkejut dengan pernyataannya bahwa meski dia memeluk Islam namun tidak percaya dan menolak jalankan syariat Islam di Indonesia. Pernyataan tersebut paradoks dengan pengakuan keislamannya, tapi kenyataannya memang ada orang yang demikian. Dilihat secara normatif, pernyataan tersebut sangat berbahaya. Kita bisa menelaah beberapa nash al-Quran, diantaranya QS. an-Nisa’ [4]: 65 dan QS. al-Jatsiyah [45]: 18-19. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dan sangat relevan dengan kondisi hari ini. Pada QS. an-Nisa’ [4] ayat 65, terdapat beberapa pelajaran penting diantaranya: Pertama, ungkapan “laa yu’minuuna” menunjukkan qarinah (indikasi) yang tegas akan kewajiban menjadikan Rasulullah sebagai hakim (pemutus perkara); Kedua, haram menjadikan hakim selain dari Rasulullah; Ketiga, sepeninggal…

  • Hadits

    Catatan Ringan tentang Hadits “Shahabatku Laksana Bintang-Bintang”

    Oleh Yuana Ryan Tresna Hadits yang dimaksud adalah, أصحابي كالنجوم بأيهم اقتديتم اهتديتم Ada yang bertanya status hadits tersebut di atas, bisa tidaknya berhujjah dengannya, dan bagaimana penisbatan kepada baginda Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Hadits tersebut ada 6 jalur dari shahabat رضي الله عنهم. Keterampilan menemukan jalan-jalan hadits ini syarat utama dalam jam’u al-thuruq. Pahami semua jalurnya dan temukan madar (titik pusat peredaran) isnad dari setiap jalur tersebut. Jika perlu, buat syajaratul isnadnya. Maka kita akan dapat menemukan pemetaan jalur-jalur hadits tsb. Penilaian para ulama terhadap hadits tersebut adalah dhaif, bahkan dhaif jiddan, hingga ada yang mendekati maudhu’ untuk beberapa jalurnya. Penilaian tersebut dapat diwakili dengan kesimpulan akhir…

  • Hadits

    HADITS AL-FASHDU DALAM PENGOBATAN

    Oleh: Yuana Ryan Tresna Telah datang pertanyaan terkait status riwayat al-fashdu (salah satu teknik pengobatan); apakah tertolak atau dapat diterima. Implikasinya adalah terkait boleh tidaknya menyandarkan teknik pengobatan tersebut kepada Nabi dengan menyebut Thibb al-Nabawi. Catatan ini tidak sedang mengomentari efektif tidaknya pengobatan dengan cara al-fashdu. Tetapi hanya melihat dari sisi apakah riwayat terkait al-fashdu dapat diterima atau tidak. Riwayat al-Fashdu Ada yang menyebutkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim, dimana Rasulullah ﷺ bersabda, إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْفَصْدُ “Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah (bekam) dan fashdu (venesection).” Redaksi hadits tersebut adalah salah dan harus diluruskan. Adapun yang benar, baik dalam Shahih Bukhari maupun…

  • Adab,  Tsaqafah

    REFLEKSI DI MASA PANDEMI: PERTAUTAN HATI DI ANTARA PENGEMBAN DAKWAH

    Oleh: Yuana Ryan Tresna Mengokohkan Ukhuwah Harus diakui, Pandemi Covid-19 telah banyak mengubah pola dan perilaku manusia, tak terkecuali kaum muslim. Termasuk para aktivis dakwah. Kebersamaan dengan masyarakat dan dengan sesama da’i menjadi “jauh”. Terpisah jarak karena ikhtiar menjaga protokol kesehatan. Karena secara sains, covid-19 itu ada dan menginfeksi. Pada situasi seperti inilah ukhuwah harus dikokohkan. Urgensi ukhuwah Islamiyah itu paling tidak bisa dijelaskan melalui beberapa keutamaan: pertama, ukhuwah menciptakan persatuan (wihdah); kedua, ukhuwah menciptakan kekuatan (quwwah); dan ketiga, ukhuwah menciptakan kasih sayang (mahabbah). Persatuan, kekuatan dan kasih sayang ini merupakan perkara yang amat vital pada saat ini. Beberapa ayat al-Qur’an seperti dalam surat Ali Imran ayat 103, al-Zukhruf ayat 67, al-Anfal ayat 63,…

  • Hadits

    Menjawab Syubhat: Masjid Tempat Berlindung dari Penyakit

    Oleh: Yuana Ryan Tresna Ada sebagian syubhat atau keraguan yang disampaikan sebagai kalangan bahwa saat wabah penyakit menyebar, justru umat Islam semestinya mendatangi masjid. Masjid dianggap sebagai tempat yang aman dari penyakit. Hal tersebut didasarkan pada beberapa hadits. Berikut ini adalah hadits-hadits yang dimaksud beserta tanggapannya: Pertama, dari Anas bin Malik ra, Rasulullah SAW bersabda: إِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَنْزَلَ عَاهَةً مِنَ السَّمَاءِ عَلَى أَهْلِ الأرْضِ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ “Sesungguhnya apabila Allah ta’ala menurunkan penyakit dari langit kepada penduduk bumi maka Allah menjauhkan penyakit itu dari orang-orang yang meramaikan masjid.” (HR. Ibnu Asakir dan Ibnu Adi). Pada sanad hadits tersebut ada rawi bernama Zafir bin Sulaiman, para ulama seperti…

  • Hadits

    Makkah dan Madinah Terlindungi dari Wabah?

    Pertanyaan: Bukankah Allah menjamin Madinah tidak akan kena wabah, tapi ini kena juga. Apakah janji Allah tidak benar? Atau jangan-jangan yang sekarang bukan wabah tapi senjata biologi dari elit global. Ini bukan virus penyakit tapi serangan. Jawaban: Mari bedah haditsnya. Imam Bukhari dan imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, عَلَى أَنْقَابِ الْمَدِينَةِ مَلَائِكَةٌ لَا يَدْخُلُهَا الطَّاعُونُ وَلَا الدَّجَّالُ “Di setiap pintu masuk Madinah terdapat malaikat yang tidak dapat dimasuki Tha’un dan Dajjal.” Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata dalam Fathul Bari menyebutkan sebagian jalur periwayatan hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, disebutkan, الْمَدِينَة وَمَكَّة مَحْفُوفَتَانِ بِالْمَلَائِكَةِ عَلَى كُلّ نَقْب مِنْهُمَا مَلَك لَا…

  • Tsaqafah

    KRITIK ATAS ARGUMENTASI UTAMA MODERASI BERAGAMA

      Argumentasi utama moderasi beragama yang selanjutnya menjadi moderasi Islam adalah ide tawassuth (pertengahan). Tawassuth (pertengahan). Menurut penggagasnya, tawassuth dimaknai dengan sikap tengah-tengah, sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan. Dalil yang biasa digunakan adalah al-Quran surat al-Baqarah ayat 143. Hanya saja, banyak yang harus diluruskan dalam memahami ayat ini. Allah SWT berfirman: وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَٰكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) umat yang adil agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kalian (QS. al-Baqarah [2]: 143). Sebenarnya apa yang dimaksud dengan ummat[an] wasath[an] dan bagaimana kedudukan yang sebenarnya?…

  • Adab

    Ilmu yang Bagaimana?

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقاً يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْماً، سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيقاً إِلَى الجَنَّةِ “Barangsiapa meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah pasti memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR. Muslim)   Adapun yang dimaksud ilmu di sini adalah ilmu yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah ta’ala. Oleh karena itu, ilmu yang bermanfaat dan dapat mengantarkan ke surga adalah ilmu yang membuat pemiliknya semakin dekat dan takut kepada Allah ta’ala.   Imam al-Ghazali berkata: واعلم أن علماً لا يبعدك اليوم عن المعاصي، ولا يحملك على الطاعة، لن يبعدك غداً عن نار جهنم “Ketahuilah bahwa ilmu yang tidak menjauhkanmu dari maksiat dan mendorongmu untuk beribadah pada hari ini,…