• Jarh Wa Ta'dil

    Mengembalikan Kebenaran pada Tempatnya

    (Sebuah Pelajaran dari Para Ulama Jarh wa Ta’dil) . Dalam menilai seseorang, para ulama jarh wa ta’dil menyampaikan seperlunya sesuai dengan kewajiban yang Allah dan Rasul-Nya wajibkan pada mereka, yakni “mengembalikan kebenaran pada tempatnya”. Hal itu tidak dengan menghina dan mencerca atas yang bersangkutan. Bahkan para ulama jarh wa ta’dil seperti amirul mu’minin fil hadits al-Imam al-Bukhari, dll menggunakan bahasa yang sangat santun. . Mengapa demikian? Sekali lagi tujuan mereka para ulama –sebagaimana dijelaskan oleh al ‘Allamah al-Syaikh al-Muhaddits Abdul Aziz bin Siddiq al-Ghumari– adalah “mengembalikan kebenaran pada tempatnya..”, dan itu tidak mengharuskan kita menjadi tukang umpat, tukang cerca atau tukang persekusi. Itulah akhlak para ulama jarh wa ta’dil. .…